Penimbunan Solar Subsidi Kembali Marak, Gudang Milik AAN Mantan Wartawan TV
Penimbunan Solar Subsidi Kembali Marak, Gudang Milik AAN Mantan Wartawan TV
Deliserdang — Sebuah gudang yang disinyalir milik seorang oknum mantan wartawan media televisi nasional berinisial AAN, terpantau kembali beroperasi secara aktif.
Gudang penampungan tersebut berlokasi di Jalan Haji Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Aktivitas lalu lalang kendaraan yang mencurigakan makin menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut dijadikan tempat penampungan Solar subsidi hasil kegiatan "langsir".
Dari pengamatan di lokasi, pola kerja operasional gudang terbilang rapi dan terorganisir.
Dua unit kendaraan roda empat, yakni jenis Toyota Kijang dan Isuzu Panther yang diduga kuat telah bermodifikasi tangki , terlihat keluar-masuk area gudang secara bergantian.
Kedua armada ini disinyalir bertugas membeli BBM jenis Solar bersubsidi secara berulang-ulang dari beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan sekitar.
Setelah tangki terisi penuh, mobil-mobil tersebut langsung menuju gudang di Jalan Haji Anif untuk menyedot kembali Solar tersebut ke dalam tangki penampungan utama (baby tank).
Aktivitas keluar-masuk kendaraan modifikasi ini berlangsung secara berkala dan intensif. Kehadiran gudang penimbunan BBM di tengah pemukiman warga ini menyulut keresahan serta kecurigaan terkait legalitas dan keamanan operasional lokasi tersebut.
Praktik "kucing-kucingan" penimbunan BBM bersubsidi ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga memicu kelangkaan Solar bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha transportasi yang berhak.
Hingga laporan ini diterbitkan, baik pihak pengelola gudang berinisial AAN maupun aparat penegak hukum (APH) setempat belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi mengenai izin serta legalitas operasional lokasi penampungan BBM tersebut.
Warga setempat dan publik mendesak pihak kepolisian, khususnya Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan, untuk segera turun ke lapangan, menindak tegas, serta mengusut tuntas dugaan mafia BBM bersubsidi yang kian meresahkan ini tanpa pandang bulu.
(sigit)


Komentar via Facebook