Praktik Penyelewengan Gas Bersubsidi Pemerintah di Tanjung Morawa Diduga Dibekingi Oknum di Ditreskrimsus Polda Sumut
Praktik Penyelewengan Gas Bersubsidi Pemerintah di Tanjung Morawa Diduga Dibekingi Oknum di Ditreskrimsus Polda Sumut
Deliserdang – Praktik dugaan pengoplosan gas bersubsidi Liquefied Petroleum Gas (LPJ) ukuran 3 kilo gram yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu atau rentan miskin disinyalir diselewengkan oknum Mafia Migas.
Aktivitas yang bertentang dengan hukum itu berada di Jalan Industri, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Menurut warga, aktivitas dugaan pengoplosan gas bersubsidi tersebut telah berlangsung beberapa bulan belakangan ini.
Warga menyebutkan bahwa gudang gas yang berada di Tanjung Morawa B ini merupakan gudang gas pindahan dari tanah garapan selambo.
” Sekitar satu bulanlah beroperasi, mereka pindahan dari Selambo Ujung. Barang – barangnya diangkati dari sana pindah kemari. Tapi pekerja yang dari gudang Selambo tidak ada yang dipakai lagi ” beber sumber, Rabu (12/08/2026).
Diketahui, dalam praktiknya tambung gas ukuran 3 kilogram (bersubsidi) diduga dioplos ke tabung ukuran 5 kilo gram, 12 kilo gram dan 50 kilo.
Ironisnya, temuan ini berlangsung disaat masyarakat tengah bereuforia menantikan detik – detik Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 81. Masyarakat begitu antusias dengan perayaan HUT RI tersebut. Dilain sisi, hak masyarakat yang disubsidi pemerintah begitu masifnya terjadi di caplok oknum tertentu tanpa adanya penindakan hukum.
Informasi diperoleh, terduga pemilik gudang gas oplosan tersebut berinisial nama Govin Siahaan. Ia tidak seorang diri, dalam memuluskan usahanya itu, inisial Govin Siahaan diduga dibekingi oknum Polisi bertugas di Ditreskrimsus Polda Sumut berinisial nama AN. Siahaan.
” Warga taunya itu milik Govin Siahaan, dibantu abangnya lobi – lobi ke Krimsus Polda Sumut AN. Siahaan ” beber sumber lagi.
Hasil investigasi kru wartawan di lokasi gudang, tampak dua orang pria menjaga pintu masuk gudang tersebut. Belasan kendaraan roda empat dengan ciri khas bertutup tampak lalulalang keluar masuk. Aroma khas gas LPJ menyeruak tercium sampai ke jalan raya.
Dikonfirmasi terpisah Govin Siahaan dalam sambungan celular whatshapp sebelumnya membantah keterlibatannya dalam operasi dugaan penyelewengan gas bersubsidi tersebut.
” Selamat malam laeku. Bukan punya kita itu ” sanggah Govin Siahaan memberikan penjelasan kepada kru media ini beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu, dikonfirmasi Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengenai adanya salah satu nama oknum yang disebut sebut terlibat dalam dugaan penyelewengan gas bersubsidi yang bertugas di Krimsus Polda Sumut itu, akan tetapi hingga berita ini diturunkan ,Polda Sumut belum memberikan keterangan resmi.(sury)


Komentar via Facebook